Bersyukur dengan apa yang kita dapat.
Kadang kita merasa kita sendirian. Sesungguhnya kita tidak benar-benar sendiri. Ketika kita merasa belum cukup, merasa kurang, kita perlu menengok kebawah lagi untuk mengerti keadaan kita yang sudah serba berkecukupan.
Aku sering mengalami itu. Jujur saja, bahkan terlamapu sering. Kurangnya rasa syukurku. Kurangnya rasa terimakasihku. Bahkan aku melihat diriku hampir sama dengan pecundang. Namun, ketika aku ingat Allah. Aku semakin tau betapa jauhnya aku melakukan hal-hal buruk. Orang-orang yang lebih kurang daripada aku, mereka menyadarkanku bahwa hidup benar-benar harus diperjuangkan. Hidup harus benar-benar memiliki arah tujuan. Yaitu, menuju menjadi yang lebih baik lagi dan lebih baik lagi.
Ingatlah, hidup tidak akan berhenti sampai disini. Kematian kita, tidak ada satu orang pun yang tau.
Akuk sadar, betapa banyak dosa yang telah aku perbuat. Aku sadar, betapa banyaknya kesalahan-kesalahan yang aku lakukan. Namun, jika tanpa kesalahanku. Mungkin saat ini aku masih menjadi bayi yang tidak mengerti apa-apa. Hanya bisa menangis dan tertawa.
Karna kesalahanku. Aku mampu berfikir dewasa. Aku mampu menjadi lebih baik. Bahkan aku mampu untuk memilih jalan mana yang harus aku lewati agar aku tidak kembali pada kesalahan-kesalahanku.
Untuk orang-orang yang mungkin kebutuhan hidupnya masih dibawah cukup, aku sangat berterimakasih. Karna kalian aku mampu mensyukuri apa yang aku punya. Karna kalian aku ingat bahwa aku hidup dalam kehidupan yang serba berkecukupan. Terima kasih mengingatkanku. Terimakasih membuatku sadar dan memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Mungkin orang lain akan menganggap kalian remeh. Tapi, kalian telah menjadi penolong dalam pemikiranku.
Untuk Allah. Kata maaf mungkin tidak akan pernah cukup untuk memperbaiki dosa-dosa yang pernah aku perbuat. Begitu banyaknya dosa. Aku hanya mampu meminta maaf padamu. Aku hanya bisa berdoa dan bersujud kepadamu. Terimakasih telah memeberikanku kesempatan untuk hidup. Terimakasih telah memberikan orang tua yang sayang padaku. Terimakasih atas segala yang kau berikan padaku.
Aku hanya bisa mengucap kata maaf, dan terimakasih yang sebesar-besarnya.
Aku sering mengalami itu. Jujur saja, bahkan terlamapu sering. Kurangnya rasa syukurku. Kurangnya rasa terimakasihku. Bahkan aku melihat diriku hampir sama dengan pecundang. Namun, ketika aku ingat Allah. Aku semakin tau betapa jauhnya aku melakukan hal-hal buruk. Orang-orang yang lebih kurang daripada aku, mereka menyadarkanku bahwa hidup benar-benar harus diperjuangkan. Hidup harus benar-benar memiliki arah tujuan. Yaitu, menuju menjadi yang lebih baik lagi dan lebih baik lagi.
Ingatlah, hidup tidak akan berhenti sampai disini. Kematian kita, tidak ada satu orang pun yang tau.
Akuk sadar, betapa banyak dosa yang telah aku perbuat. Aku sadar, betapa banyaknya kesalahan-kesalahan yang aku lakukan. Namun, jika tanpa kesalahanku. Mungkin saat ini aku masih menjadi bayi yang tidak mengerti apa-apa. Hanya bisa menangis dan tertawa.
Karna kesalahanku. Aku mampu berfikir dewasa. Aku mampu menjadi lebih baik. Bahkan aku mampu untuk memilih jalan mana yang harus aku lewati agar aku tidak kembali pada kesalahan-kesalahanku.
Untuk orang-orang yang mungkin kebutuhan hidupnya masih dibawah cukup, aku sangat berterimakasih. Karna kalian aku mampu mensyukuri apa yang aku punya. Karna kalian aku ingat bahwa aku hidup dalam kehidupan yang serba berkecukupan. Terima kasih mengingatkanku. Terimakasih membuatku sadar dan memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Mungkin orang lain akan menganggap kalian remeh. Tapi, kalian telah menjadi penolong dalam pemikiranku.
Untuk Allah. Kata maaf mungkin tidak akan pernah cukup untuk memperbaiki dosa-dosa yang pernah aku perbuat. Begitu banyaknya dosa. Aku hanya mampu meminta maaf padamu. Aku hanya bisa berdoa dan bersujud kepadamu. Terimakasih telah memeberikanku kesempatan untuk hidup. Terimakasih telah memberikan orang tua yang sayang padaku. Terimakasih atas segala yang kau berikan padaku.
Aku hanya bisa mengucap kata maaf, dan terimakasih yang sebesar-besarnya.
Komentar
Posting Komentar