This is pain in Life

Mungkin memang benar saya adalah seorang pecundang sejati. Saya pun mengakui. Saya begitu mudah menyerah dengan keadaan yang ada. Saya benar-benar tidak mengerti harus berbuat apa.

Mungkin benar, saya adalah pecundang paling menyusahkan. Tidak berguna. Menyedihkan. Betapa tidak? Diluar sana begitu banyak yang lebih sengsara daripada saya. Mereka begitu tegar menghadapi segalanya. Tapi saya? Saya bahkan tidak tahu bagaimana cara memotivasi diri saya sendiri. Bahkan saya muak dengan postingan-postingan yang sekadar lewat di timeline tentang bagaimana seseorang begitu tegar menghadapi masalahnya, begitu antusisas. Mereka seolah-olah begitu ingin memotivasi orang lain(termasuk saya). Saya muak. Saya mengerti memang hidup harus diperjuangkan. Harus. Dan wajib. Hingga apa impian menjadi suatu kenyataan indah. Tapi saya tidak tahu lagi bagaimana harus berbahagia. Saya tidak tahu bagaimana caranya untuk berpikir positif, logis, dan lebih dewasa. Seperti........saya benar-benar lelah. Terserah orang lain ingin memperolok saya, menghina saya, mencaci maki saya. Yang saya rasakan hanya....... mereka tidak mengerti apa yang mereka katakan, termasuk luka ini. Mereka tidak mengerti seberapa dalam luka ini. Mereka tidak mengerti betapa lelah, dan minimnya kemampuan saya untuk menjalani semua ini, yang saya rasa hanya saya dan Tuhan yang tahu. Saya tidak perduli apa kata orang. Saya sudah berusaha, saya selalu berusaha untuk bangkit. Membalut segala luka dengan tawa ceria. Ini seperti kemunafikan sejati. Tapi entahlah. Sebenarnya saya tidak ingin membaginya. Tapi saya sudah benar-benar penat dengan semua ini.

Satu-satunya yang saya tahu pasti..... Allah masih mendengarkan segala doa yang saya panjatkan.

Komentar

  1. Wah:") semangat terus ya kak.
    Aku tau kakak ceria, tampak tersenyum riang diluar. Tapi orang lain tidak tau, bahwa didalam kakak memangis tersedu sedu atas semua perjuangan kakak untuk menghadapi aemua ini. Jika kakak tidak bisa menemukan seseorang untuk menyemangati kakak, kakak cukup untuk menyemangati diri sendiri��

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Need time to rest