Jangan sampai kamu tau ini, 1

Kamu, yang berhasil membawa pergi sebagian hati untuk disimpan di tempat lain.
Kamu, yang berhasil membawa lari setumpuk harapan dan doa.
Obrolan singkat berujung terpikat.
Terima kasih telah hadir.

Mengerti bahwa kau takkan pernah menyadari adanya aku dan rasa juga asa ini, apakah masih boleh doa yang aku panjatkan ini memintamu hadir untuk menemani sepanjang hidupku?
Bolehkan aku memohon kepada Tuhanku yang juga Tuhanmu agar kau disandingkan denganku, mendengar semua keluh kesahku, tawa ku yang sama sekali tak merdu, tingkahku yang sama sekali tidak mencerminkan wanita lemah lembut, suasana hatiku yang tak pernah menentu?

Ah, siapa aku memintamu begitu besar?
Siapa aku mengharapmu untukku?
Tapi, apa mungkin Tuhan mau mengikhlaskan satu malaikatnya untuk menolongku?
Menolong? Menolongku menghentikan semua kesia-siaan.

Terima kasih telah hadir.
Membungkam rasa penasaran.
Menghentikan pandangan.
Mematahkan keputus asaan.
Yang justru membuatku menaruh harap, menaruh rasa, menaruh hati, berani mengucap doa agar Tuhan benar-benar mau memberikan satu malaikatnya untukku.

Komentar

  1. Berhenti berharap pada manusia.
    Dan asal kamu tau, hanya manusia yang bisa melakukan pembunuhan tanpa mempunyai alasan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Need time to rest