Ledakan tak terduga
Aku tulis ini penuh emosi Aku tulis ini penuh rasa lelah Atas hinaan, caci maki, sarkas, sindir, keluhan yang diluncurkan terus menerus bergantian Sindiran dan sarkas ini berbagai macam bentuk, sering melalui helaan napas besar pasca menatapku Hinaan, tengah mengerjakan tugas yang sesungguhnya cukup membuat hampir gila (ya terserah, hampir gila menurutku, lebay menurut kalian its okay) tiba-tiba meluncur perkataan kurang lebih mengatakan bahwasanya aku dari tadi hanya diam dan bermain-main, lalu diakhiri dengan helaan napas dalam dan besar memberatkan Keluhan bahwasanya tidak dibantu tidak ditolong malah melakukan hal sia-sia, yang mana hal yang dianggap sia-sia ini adalah tugas akhir dan syarat-syarat kelulusan lainnya Sedikit, demi sedikit, dengan mudah mengabaikan hal-hal demikian. Lama, kelamaan, akhirnya membuncah dan meluap segala abai yang ternyata hanya mengendap lalu menyumbat mengakibatkan ledakan. Heran juga, kenapa ya? Bisa demikian. Berkata percaya namun ker...