Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2013

hanya butuh waktu

Dan menjadi seseorang yang ingin dimengerti, tidak semudah mulut menjelaskan. aku punya banyak teman. dan aku kehilangan semuanya. hanya beberapa yang tersisa. mereka adalah teman yang memang benar-benar teman. bukan 'palsu'. yah, hidup sebaiknya kita jalani sesuai kodrat. kita lawan tantangan apa saja didepan kita. bertahan dalam hidup itu tidak semudah menghembuskan nafas bagi manusia normal. banyak aral melintang. berbagai cobaan kita jajal. apa semua itu hanya cobaan? apa semua itu akan terbuang sia-sia? tidak. semua itu mengajarkan kita untuk lebih menghargai waktu dan kesabaran. semua itu membuat kita semakin kuat. selama kita percaya dan bersabar, in the end, we'll get any good thing bahkan lebih dari baik. sangat baik. apa saja yang akan menyakiti dan menghalangi diri ini. semua itu takan bisa menghentikan langkahku. takan bisa menghentikan mimpi dan harapanku hanya sampai disini. aku lebih tegar dari yang mereka kira. aku lebih kuat dari apa yang aku kira. A...
menyedihkan ketika kita harus terima kenyataan bahwa terkadang hidup ini terlalu pahit untuk dirasakan. kesedihan selalu membuat siapa saja menjadi kacau. dan menyesal, akan selalu datang di akhir setelah kita melewati semuanya. dan penyesalan selalu membuat siapa saja tersakiti dan terpuruk karnanya. aku sekalipun tidak ingin kembali atau bahkan hanya sekedar menoleh kemasa lalu. begitu banyak kepalsuan. begitu banyak hal yang tidak menyenangkan. sekejap aku ingin hilang ingatan. melupakan segalanya. aku ingin terus melangkah kedepan tanpa ada masa lalu yang terus membayangiku. aku ingin tenang. aku ingin semua pikiran yang membebaniku hilang seketika. bisakah sekiranya aku menghilangkan semua ini? adakah cara untuk menghilangkan semua beban pikiran? pikiranku sudah terlampau keruh. pikiran ini membuat hati terus tersayat. adakah jalan keluar dari semua ini?

Hitler mati di Indonesia part 2

Hitler mati di Indonesia part II Hitler mati karena serangan jantung. Dan alhamdulillahnya lagi Hitler mati setelah mengucap Allahu Akbar. Hitler menikah lagi setelah Eva Braun kembali ke Jerman. Yaa gak langsung nikah. Hitler menikah dengan gadis asal bandung bernama Sulaesih. Setelah baca bukunya sih, bukunya itu………………………BAGUS pake BANGET terus bikin merinding.

Dari murid untuk guru

Akhirnyaaaa setelah sekian lama gak nemu jenis orang macam guru SMPku pas ngrasain pertama punya guru paling asik dan paling sesuatu lah. Kita biasa panggil beliau pak Catur. Di SMA ini punya guru macam bapak Catur. Orangnya kalo ngomong asli pedes setengah mati, tapi itu bener-bener memotivasi murid-muridnya. Kali ini bukan guru olahraga kayak pak Catur. Tapi guru Bahasa Inggris. Orangnya samaa kayak pak Catur. Tapi cuman di bidang memotivasi dan gaya mengonsumsi makanan yang baik aja. Sama-sama top. Tapi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing :)) Satu hal yang sama. Sama-sama lebih tua dari ayah dan ibu saya :D hehe Yaaah jadi kangen masa SMP. Emang lebih enak waktu SMP kok. Apalagi…waktu masih di
Ada yang lain ketika aku menatap mata itu. Seperti ada degup jantung yang kencang. Rasa malu ketika mata itu mulai menatapku. Selalu mencari-cari sosoknya ketika tak terlihat mata. Dan ketika terlihat, aku hanya mampu memandangnya. Lucunya, ketika sosok itu mendekat, aku seperti menjadi orang lain yang seolah-olah biasa saja tak terjadi apa-apa. Menahan guncangan dahsyat yang ada di dalam dada. Menjadi munafik. Aku tak pernah mengerti kenapa aku selalu menahan diri dan menjadi jaim ketika ada kesempatan dekat dengan mu. Bodoh.

Akibat potong rambut

“Put, dipanggil Pipit aja yaa? Ini rambut pendek banget. Jadi keliatan tomboynya.” “Koyok wong kucluk. Potongan pendek pol.” “Ganteeeeng.”

Cinta Semusim

Hujan. Hal yang paling menyenangkan, menakutkan, menyedihkan, mengharukan, menegangkan. Ada berbagai cerita dibalik setiap tetesnya. Menakutkan ketika badai datang bersamanya, dan aku hanya sendiri. Menyenangkan ketika harus berada di luar bersama hujan, dan bersamamu. Berlari, tertawa lepas, bahagia bersamamu di tengah-tengah hujan. Mengharukan ketika aku menangis dan bahumulah yang menjadi sandaran, menjadi tempat penampungan setiap tetes air mataku. Menegangkan ketika kau mulai marah di tenga-tengah petir yang kian marah bersama amarahmu. Menyedihkan ketika aku mengerti, dan aku menyadari kau harus benar-benar pergi dari hidupku. Tak lagi menemaniku. Tak lagi ada bersamaku.

Hitler mati di Indonesia

                Tadi abis minjem bukunya temen. Judulnya “Hitler mati di Indonesia.” (seingetku sih itu judulnya.)   ‘Bukunya diapain put? Dipinjem aja nih?’ ‘tadi aku goreng terus aku telen. Insyaallah sih di baca tadi. Iya dibaca kok.’ Maaf lagi ngomong. Sama gatau itu siapa. Sok misterius deh. Kalo kayak di komedi-komedi itu kan ada yang asal nyauut aja nanyanya. Ya semacam itulah. Tidak dikenal. Bukunya sih lebih seperti menjawab pertanyaan-pertanyaan yang misterius. Yaaa I knooow ini sangat basi dan ketinggalan jaman sekali aku baru tau berita kayak gini sekarang. Yayaaa yang penting kan sekarang aku udah tau Hitler matinya dimana, karena apa. Ya kalo gaterima terserah sih yang nulis siapa coba? Blog juga blog siapa. Suka-suka eike kali cyin.
                Kadang apa yang kita mau nggak terwujud. Kadang apa yang kita cinta nggak bisa kita miliki. Semua punya jalannya masing-masing. Mungkin bukan saatnya aku mendapatkanmu. Mungkin bukan saatnya aku menjadi satu-satunya di hatimu. Mungkin belum sekarang. Mungkin suatu saat nanti. Semoga saja suatu saat nanti. Aku nggak ngerti gimana nanti kalau memang kau menjadi milikku dan aku milikmu. Entah, aku udah ada di langit ke berapa jika itu benar terjadi. Mungkin akan menjadi indah. Yang paling indah.

kemarin-hari ini-esok

                Selamanya. Keabadian. Sesuatu yang takan pernah terjadi di dunia ini. Sesuatu yang sungguh takan pernah menjadi nyata di dunia ini. Dengan mengucap ‘aku mencintaimu untuk selamnya’ sungguh sebuah pengakuan yang palsu. Sangat palsu.                 Jika semua orang mengatakan ‘aku mencintaimu. Selamanya.’ Aku takan pernah menirunya, mengucapkannya. Karna aku, mencintaimu-kemarin-sekarang-esok-dan hingga nyawa ini tak lagi ada dalam tubuhku. Dan aku berdoa, semoga Tuhan menemukan kita nanti di surga-Nya kelak.                 Ya, aku tak pernah mencintaimu untuk selamanya. Karena aku tau selamanya itu takan pernah ada.

potong rambut

Oioiii. Aku hari ini habis potong rambut gaes..!(terus penting gitu?) mmm penting gak penting sih. Tapi penting! Rambut panjang itu risih betewe. Banget. Apalagiii Surabaya lagi panas-panasnya ssob. Iihh gerahnya banget-bangetan. Harus kuncirin rambut keemana-mana. Kalo udah pendek, cepak, kayak gini kan enak tuuh.                 Oh ya, pas ke salon, potong rambut (pastinya, jangan sampek motong kepala orang) kan rambut eike harus dicuci dulu nih cyiin? (maaf, efek salon. Tapi tenang, di salon pegawainya gak ada yang ngondek. Semua asli cewek. Cuman….entahlah abaikan) nah yang cuci rambutku ini entah saking bersemangatnya atau ada dendam ya sama aku aku gak tau. Dan, gak. Aku gak kenal sama pegawai salonnya kok. Gak ada yang aku kenal. Nah yang cuci rambutku ini mijitnya, nyucinya,